Penelitian Tegaskan Galon Polikarbonat Aman Untuk Wadah Air Minum

JAKARTA, Updates.CO – Sejumlah penelitian ilmiah membuktikan secara tegas bahwa tidak ditemukan migrasi Bisphenol A (BPA) dari galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) ke dalam air minum yang dikonsumsi masyarakat.

Fakta ini sekaligus membantah kekhawatiran yang selama ini berkembang di tengah publik terkait potensi bahaya BPA dari galon polikarbonat.

Sejauh ini, ada tiga penelitian yang sudah dilakukan dengan beragam metode guna membuktikan migrasi BPA dari galon PC ke air konsumsi. Penelitian pertama, dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) terhadap empat brand air minum galon ternama di Bandung.

“Dari penelitian yang kami lakukan, kami tidak mendeteksi (non-detected/ND) BPA di semua sampel AMDK yang diuji,” kata Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB, Akhmad Zainal Abidin.

Penelitian dilakukan menggunakan alat ukur canggih yang dikenal memiliki ketepatan akurasi yakni HPLC, dengan nilai Limit of Detection (LoD) sebesar 0,0099 mikrogram per liter (mcg/L).

Sedangkan, menurut Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2019, ambang batas maksimum migrasi BPA dalam wadah penyimpanan adalah 600 mikrogram per liter (0,6 ppm).

Penelitian dilakukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai kualitas dan keamanan air minum dalam kemasan (AMDK) yang berbasis pada serangkaian uji ilmiah yang ketat, terpercaya, dan independen.

Penelitian tersebut mengikuti metode uji baku keamanan dan kualitas air minum nasional dan internasional, baik standar dari BPOM, SNI, Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), maupun American Public Health Association (APHA), dengan menggunakan detail analisis kimia dari Association of Official Analytical Chemist International (AOAC).

Melihat hasil penelitian maka Zainal menyimpulkan bahwa semua air minum yang diuji terbukti aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Dia melanjutkan, air minum yang ada juga telah sesuai dengan standar serta regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah dan juga standar internasional.

Dalam penelitian yang dilakukan Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Sulawesi Selatan juga tidak menemukan migrasi BPA dari galon PC ke air minum.

Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan beberapa sampel galon guna ulang polikarbonat dari lima titik di lima kecamatan di Makassar lalu diuji kandungan BPA-nya.

Pengujian migrasi BPA dilakukan terhadap galon polikarbonat baik yang terpapar dan tidak terpapar sinar matahari langsung. Hasilnya, tidak ditemukan migrasi BPA dari galon ke dalam air. Artinya penggunaan galon polikarbonat sebagai kemasan air masih aman.

“Setelah dianalisis dengan instrumen GC-MS, hasilnya negatif, menunjukkan tidak ada kandungan BPA yang terdeteksi dalam air galon tersebut,” kata Ketua Program Studi Studi Kimia UIM, Endah Dwijayanti.

Endah menjelaskan bahwa penelitian dilakukan untuk membuktikan pemberitaan yang menyebutkan migrasi BPA dari galon PC yang melebihi ambang batas aman.

Menurutnya, pemberitaan migrasi BPA dari galon ke air minum telah membuat masyarakat resah dan gaduh.

Penelitian berjudul ‘Analisis Bisphenol-A dan Di-ethylhexyl Phthalates dalam air galon yang beredar di Kota Makassar’ ini telah diterbitkan di Food Scientia, Journal of Food Science and Technology, Universitas Terbuka pada Juni 2023 lalu.

Penelitian tentang potensi migrasi BPA dari galon guna ulang polikarbonat ke dalam air juga dilakukan oleh Kelompok Studi Kimia Organik Universitas Sumatera Utara (USU). Penelitian dilakukan dengan uji migrasi BPA terhadap empat merek air kemasan galon lokal maupun nasional terpopuler di Kota Medan.

Keempat sampel tersebut terdiri dari dua merek produk AMDK nasional terpopuler yaitu AQUA dan Prima, serta dua sampel merek lokal yaitu Amoz dan Himudo. Masing-masing merek diambil tiga sampel dari titik distribusi yang berbeda.

Sampel diambil pada tiga kondisi penyimpanan, yaitu kondisi normal atau tidak terpapar matahari langsung, serta kondisi dengan paparan sinar matahari langsung selama 5 dan 10 hari.

Sampel diuji menggunakan alat ukur High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) atau Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) yang merupakan instrumen yang sangat canggih untuk mendeteksi kandungan BPA dalam air hingga level mikrogram per liter (μg/L).

“Hasil riset menunjukkan sampel merek air minum dalam kemasan di Kota Medan yang diuji, baik yang terpapar dan tidak terpapar sinar matahari aman untuk dikonsumsi masyarakat,” kata Ketua Tim Peneliti Prof. Juliati Tarigan.

Julianti mengatakan bahwa temuan ini menegaskan kalau masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi air minum dari galon polikarbonat karena sudah terbukti aman.

Dia menjelaskan, migrasi BPA ke dalam air minum tidak akan terjadi meskipun galon didistribusikan pada siang hari apabila suhu tidak mencapai 159 derajat Celcius.

“Sementara itu, suhu tertinggi yang tercatat di Indonesia hanya mencapai 38,5 derajat Celcius,” kata Guru Besar Kimia Organik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USU ini.

Dia melanjutkan, penelitian dilakukan tidak hanya untuk memastikan keamanan penggunaan galon polikarbonat tetapi sekaligus meluruskan kesesatan informasi terkait migrasi BPA dari galon ke dalam air minum.

Temuan ini sekaligus menjadi landasan penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap keamanan meminum air dari galon guna ulang polikarbonat. (ila)

Contoh RPP dan Modul Ajar Seni Teater Kelas 1 SD Tahun Ajaran 2025–2026 Semester 1

Modul Ajar dan RPP Seni Teater untuk Kelas 1 SD Semester 1 Tahun Ajaran 2025/2026

Pada tahun ajaran 2025/2026, tersedia contoh modul ajar dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) seni teater kelas 1 Sekolah Dasar (SD) yang dirancang untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Modul ini disusun dengan pendekatan yang menyenangkan dan kreatif, sehingga mampu memfasilitasi pengembangan ekspresi, imajinasi, serta kerja sama siswa melalui permainan peran yang sederhana namun kontekstual.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran berdasarkan modul ini, peserta didik diharapkan dapat:
– Mengenal dasar-dasar teater seperti tokoh, dialog, dan ekspresi.
– Memerankan tokoh sederhana dalam cerita anak-anak.
– Mengekspresikan emosi melalui mimik wajah, gerak tubuh, dan suara.
– Bekerja sama dalam kelompok untuk menampilkan drama pendek.

Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran dalam modul mencakup beberapa topik penting, antara lain:
– Pengenalan Teater: Apa itu teater?
– Ekspresi Wajah dan Gerakan Tubuh
– Dialog dan Intonasi Suara
– Latihan Peran dan Simulasi
– Pementasan Drama Mini

Metode Pembelajaran

Modul ini menggunakan metode pembelajaran aktif dan interaktif, seperti:
– Ceramah Interaktif
– Demonstrasi
– Bermain Peran (Role Play)
– Tanya Jawab
– Diskusi Kelompok

Selain itu, model pembelajaran yang digunakan meliputi:
– Discovery Learning
– Project-Based Learning (PBL)
– Bermain Sambil Belajar

Media dan Sumber Belajar

Beberapa media dan sumber belajar yang direkomendasikan adalah:
– Buku paket Seni Budaya kelas 1
– Boneka tangan/sifat karakter
– Video cerita anak
– Cermin (untuk latihan ekspresi)
– Properti sederhana: topi, jubah, tongkat, dll.

Asesmen

Asesmen dalam modul ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
Asesmen Formatif:
– Pengamatan ekspresi dan gerak saat latihan
– Menjawab pertanyaan lisan terkait isi cerita
– Mampu mengikuti alur peran dalam simulasi
Asesmen Sumatif:
– Pementasan drama kelompok
– Penilaian berdasarkan ekspresi, intonasi, kerja sama

Alur Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dirancang dalam tiga tahap utama:

1. Pendahuluan (10 menit)

  • Salam pembuka
  • Ice breaking
  • Menyanyikan lagu pembuka
  • Apersepsi tentang cerita rakyat

2. Kegiatan Inti (60 menit)

  • Guru memperkenalkan unsur-unsur teater
  • Mencontohkan ekspresi, gerakan, dan suara tokoh
  • Siswa mencoba bermain peran dalam kelompok

3. Penutup (20 menit)

  • Refleksi kegiatan hari itu
  • Tanya jawab
  • Memberi motivasi dan tugas rumah (membuat topeng karakter)

Proyek Mandiri

Sebagai bagian dari pembelajaran mandiri, siswa diberikan tugas rumah untuk membuat topeng karakter cerita favorit bersama orang tua. Bahan yang dapat digunakan antara lain kertas, pewarna, dan tali.

Contoh RPP Seni Teater Kelas 1 SD

Berikut adalah contoh RPP untuk mata pelajaran Seni Budaya (Seni Teater) di kelas 1 SD semester ganjil tahun ajaran 2025/2026:

I. Tujuan Pembelajaran

  • Siswa dapat mengenal peran dan tokoh dalam cerita sederhana.
  • Siswa dapat menampilkan ekspresi wajah sesuai perasaan tokoh.
  • Siswa dapat memerankan tokoh sederhana dalam kelompok kecil.

II. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

A. Pendahuluan (10 Menit)
  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan lagu anak-anak.
  • Apersepsi: Menonton video cerita anak “Si Kancil dan Buaya”.
  • Diskusi singkat tentang tokoh-tokoh dalam cerita.
B. Kegiatan Inti (60 Menit)
  • Menjelaskan unsur teater (tokoh, ekspresi, suara).
  • Siswa mencoba menirukan ekspresi sedih, senang, marah.
  • Guru membagi siswa menjadi kelompok kecil.
  • Setiap kelompok memerankan cerita pendek.
  • Saling memberi umpan balik sederhana antarkelompok.
C. Penutup (20 Menit)
  • Refleksi kegiatan (Apa yang paling menyenangkan hari ini?)
  • Memberi tugas membuat topeng karakter di rumah.
  • Menyanyikan lagu penutup bersama-sama.

III. Penilaian

| Aspek | Indikator | Skor (1-4) |
|————-|————————————|————|
| Ekspresi | Mimik wajah sesuai tokoh | 1-4 |
| Suara | Intonasi dan volume sesuai karakter| 1-4 |
| Gerak | Gerakan mendukung cerita | 1-4 |
| Kolaborasi | Kerja sama dalam kelompok | 1-4 |

IV. Penguatan Profil Pelajar Pancasila

  • Gotong Royong: melalui kerja kelompok
  • Kreatif: menampilkan tokoh secara ekspresif
  • Mandiri: tugas membuat topeng di rumah

Modul ajar dan RPP ini siap mendukung kegiatan belajar mengajar pada semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026. Dengan dilengkapinya tugas proyek, penilaian formatif, dan kegiatan kolaboratif, pembelajaran seni budaya akan lebih hidup dan menarik bagi siswa usia dini.

Biodata Dewi Yull: Penyanyi Senior yang Alami Buta Sebelah Akibat Minus Tinggi 25

Kebutaan pada Mata Kanan Tak Menghalangi Semangat Dewi Yull

Penyanyi legendaris Indonesia, Dewi Yull, tengah menghadapi tantangan kesehatan yang cukup berat. Ia mengalami kebutaan pada mata sebelah kanannya akibat kondisi medis yang telah lama dialaminya. Meski begitu, semangatnya untuk menjalani hidup tetap tinggi. Wanita yang dikenal lewat suara emasnya ini tak membiarkan keterbatasan fisik menghentikan langkahnya.

Perjalanan Kondisi Kesehatan Mata

Masalah kesehatan mata Dewi Yull bermula dari minus yang sangat tinggi. Ia memiliki minus 25 di mata kanan dan minus 19 di mata kiri. Pada tahun 2023, ia mulai merasakan gejala yang mencurigakan. Ada cairan gelembung yang keluar di dalam matanya, mirip dengan balon berisi cairan bening. Seiring waktu, cairan tersebut berubah menjadi kuning dan semakin pekat hingga membuat penglihatannya gelap total pada mata kanan.

“Saya langsung ke UGD rumah sakit mata setelah itu,” cerita Dewi saat ditemui di Tendean, Jakarta Selatan. Ia pun harus menjalani operasi besar karena kondisi serius yang disebut ablasio retina. Operasi dilakukan setelah sempat tertunda karena jadwal pekerjaan. Setelah operasi, dokter memasukkan silikon ke dalam matanya sehingga ia masih bisa melihat cahaya, meskipun tidak jelas.

Sikap Positif Hadapi Kehidupan

Meski mengalami keterbatasan penglihatan, Dewi Yull tetap bersyukur. Ia menyadari bahwa tubuh manusia pasti mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Di usianya yang akan menginjak 65 tahun, ia percaya bahwa hal ini adalah bagian dari proses hidup yang harus diterima dengan lapang dada.

“Tuhan ambil satu penglihatan saya, tapi paru-paru dan jantung saya masih baik. Alhamdulillah. Nggak ada manusia yang sempurna, bahkan robot pun nggak sempurna,” ujarnya dengan penuh makna.

Dewi juga menegaskan bahwa ia tidak ingin keterbatasan ini mengganggu aktivitas sehari-harinya. “Sangat terganggu, tapi saya nggak mau diganggu,” katanya tegas.

Perjalanan Karier dan Kehidupan Pribadi

Dewi Yull atau nama aslinya Raden Ayu Dewi Puji Astuti lahir di Cirebon pada 10 Mei 1961. Ia berasal dari keluarga bangsawan Kesultanan Cirebon dan Melayu Palembang. Karier musiknya dimulai sejak tahun 1977 ketika ia mengikuti ajang Penyanyi Nasional tingkat nasional. Suaranya yang merdu dan penuh tenaga membawa namanya melambung sebagai salah satu diva Tanah Air.

Selain di dunia musik, Dewi juga aktif di dunia akting. Ia pernah membintangi sinetron Losmen dan film-film populer seperti Gadis, Kembang Kertas, dan Penyesalan Seumur Hidup. Salah satu kolaborasi terkenalnya adalah dengan Broery Pesolima, yang menciptakan duet harmonis di panggung musik Indonesia.

Dalam kehidupan pribadi, Dewi pernah menikah dengan aktor Ray Sahetapy selama 23 tahun hingga akhirnya berpisah secara baik-baik pada tahun 2004. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat anak. Setelah bercerai, Dewi menikah lagi pada tahun 2008, dan kini hidup bahagia bersama sang suami, Srikaton, di sebuah rumah mewah.

Tetap Eksis dengan Semangat Baru

Meski usia dan kondisi kesehatan memberikan tantangan tersendiri, Dewi Yull tetap eksis di dunia hiburan. Ia kerap membagikan momen kebersamaannya bersama keluarga melalui media sosial. Sikap optimis dan syukurnya terus menginspirasi banyak orang, termasuk generasi muda yang masih bercita-cita mengejar passion-nya masing-masing.

Dewi Yull adalah contoh nyata bagaimana seseorang bisa tetap tegak meski badai menghadang. Ia membuktikan bahwa semangat dan keyakinan pada Tuhan dapat membawa seseorang melewati masa-masa sulit dengan kepala tegak.

48 Tahun HAEI: Berharap Jadi Pilar Utama SDM Teknologi Nasional

Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI) merayakan ulang tahun ke-48 dengan penuh semangat dan harapan baru. Perayaan yang berlangsung secara hibrida ini mengusung tema “48 Tahun HAEI Turut Mengembangkan Kompetensi dengan Mengikuti Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)”. Acara dilangsungkan di Hotel Bidakara, Jakarta, dan dihadiri oleh para pendiri, Dewan Kehormatan, seluruh pengurus, serta anggota organisasi.

Dalam rangkaian perayaan tersebut, HAEI juga menyelenggarakan seminar dengan berbagai topik menarik serta pameran yang menampilkan stand dari berbagai perusahaan. Sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas anggota, sekretariat HAEI mendirikan stand khusus untuk melayani pendaftaran anggota baru, registrasi ulang anggota, serta pengurusan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi tingkat 7 hingga 9.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari pemerintah, antara lain:

  • Dewi Chomistriana, Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, selaku Ketua Komite Keandalan Bangunan Gedung.
  • Dian Irawati, Direktur Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan Ditjen Cipta Karya.
  • Riky Aditya Nazir, Kasubdit Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi, Ditjen Bina Konstruksi, Kementerian PU.
  • Taufik Widjoyono, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).

Perayaan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan refleksi prestasi, tetapi juga sarana untuk berbagi kebahagiaan. Dalam suasana penuh kebersamaan, HAEI mengundang anak-anak yatim dan dhuafa dari berbagai latar belakang agama untuk ikut dalam acara ini. Selain itu, panitia juga memberikan berbagai hadiah doorprize kepada peserta yang hadir.

Pembukaan acara ditandai dengan pertunjukan Tari Nusantara yang menggambarkan keberagaman budaya Indonesia. Tarian ini memiliki makna simbolis bahwa HAEI lahir dari keberagaman tenaga ahli elektro di seluruh Nusantara, namun bersatu dalam satu semangat: Bersatu untuk Kemajuan Indonesia.

Seremoni utama dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum HAEI, Achmad Sutowo Sutopo, didampingi oleh Dirjen Cipta Karya, Dewi Chomistriana. Dalam sambutannya, Sutowo menyampaikan rasa syukur atas pencapaian HAEI selama 48 tahun.

“Kami bersyukur atas usia 48 tahun HAEI. Mari bersama-sama memohon agar HAEI selalu diberikan keberhasilan, mendapatkan akreditasi dari LPJK Kementerian Pekerjaan Umum, seluruh anggota HAEI semakin berkembang, diberikan keberkahan, organisasi ini menjadi lebih baik lagi serta dapat memberikan manfaat bagi anggota, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya saat membuka acara pada Jumat (4/7/2025).

Sejarah HAEI sendiri telah dimulai sejak 26 Februari 1977 di Bandung. Organisasi ini resmi disahkan pada 30 Juni 1997 sebagai wadah bagi para ahli elektro di Indonesia. Awalnya dipimpin oleh tokoh-tokoh inspiratif seperti Moeljadi Sastra Soebrata sebagai Ketua Umum, beserta tim pendiri yang terdiri dari Soedibjono, Djauhari, Daniel Mangindaan, Koernaen, Nuraini Udaya, dan beberapa anggota penting seperti Djuhana Djukardi, Arifin Panigoro, Gunarno, dan Lohiral.

Pada Musyawarah Nasional HAEI tanggal 27 April 2005, nama organisasi ini disesuaikan menjadi Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI), seiring dengan perkembangan definisi dan cakupan ilmu elektro. Salah satu pendiri, Daniel Mangindaan, serta Zainal Walidin turut hadir dalam perayaan ini dan memberikan kesaksian awal mula berdirinya organisasi profesi ini.

Zainal Walidin menjelaskan bahwa ide pembentukan HAEI mulai digagas pada 25 November 1976 melalui diskusi-diskusi untuk meningkatkan profesionalisme para insinyur elektro dalam pembangunan nasional. Sejak itu, HAEI terus melakukan regenerasi kepengurusan dengan baik hingga mencapai usia 48 tahun.

Menurut Sutowo, HAEI dibangun berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan kode etik profesi. Hal ini menjadi fondasi kuat bagi organisasi untuk terus memperkuat peran teknologi dan sumber daya manusia dalam pembangunan nasional.

“Kini, di usia ke-48 tahun, HAEI telah menjadi rumah besar bagi lebih dari 1.100 tenaga ahli elektro di seluruh Indonesia. Dan melalui perayaan ulang tahun HAEI yang ke-48 tahun ini, kita tidak hanya merayakan usia, tetapi juga mengenang dedikasi para pendiri, meneguhkan tekad untuk terus berkontribusi, dan menyulam harapan untuk masa depan HAEI,” tegas Sutowo.

Dalam sambutannya, Dewi Chomistriana menekankan relevansi tema HUT HAEI dengan tuntutan transformasi digital dan keberlanjutan pembangunan modern yang tidak lepas dari ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah menetapkan regulasi untuk menjamin kualitas bangunan gedung, salah satunya diatur dalam PP No. 16/2021 dan aturan turunannya. Regulasi tersebut mencakup beberapa aspek penting:

  1. Aspek Keselamatan dan Kenyamanan: Termasuk persyaratan laik fungsi bangunan, khususnya terkait keselamatan bahaya petir dan kelistrikan yang sangat berpengaruh terhadap keselamatan jiwa dan bangunan itu sendiri.
  2. Keberlanjutan Gedung Hijau: Target efisiensi energi, air, material, serta pengurangan emisi karbon.
  3. Gedung Cerdas Berbasis Teknologi Tinggi: Mendorong penerapan otomatisasi dan sistem manajemen bangunan terintegrasi.

Dewi juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada HAEI dan berharap agar organisasi terus maju, inklusif, dan menjadi bagian penting dalam kemajuan bangsa.

“Usia 48 sudah matang, dilalui melalui proses panjang. Pencapaian selama 48 tahun ini tentu tidak hanya menandai eksistensi HAEI, tetapi juga mencerminkan kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur nasional. Kami berharap agar HAEI semakin maju, inklusif, dan menjadi bagian penting bagi kemajuan bangsa,” tuturnya dengan penuh apresiasi.

Dampak Menarik dari Rotasi Bumi yang Semakin Cepat, Kata Ahli

Rotasi Bumi yang Semakin Cepat: Tiga Hari Terpendek di Juli–Agustus 2025

Sejak beberapa tahun terakhir, ilmuwan mencatat adanya perubahan menarik dalam dinamika rotasi Bumi. Pada Juli hingga Agustus 2025, fenomena percepatan rotasi ini diperkirakan akan kembali terjadi. Meski hanya menyebabkan hari menjadi lebih pendek dalam hitungan milidetik, fakta ini tetap menarik untuk dicermati karena membawa implikasi penting bagi pemahaman kita tentang sistem waktu dan dinamika planet.

Fenomena Hari Terpendek pada Juli–Agustus 2025

Berdasarkan data dari International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS) yang berbasis di United States Naval Observatory, tiga hari terpendek secara matematis dalam tahun ini diprediksi akan terjadi pada:

  • 9 Juli 2025 – Hari akan lebih pendek sekitar 1,30 milidetik
  • 22 Juli 2025 – Hari akan lebih pendek sekitar 1,38 milidetik
  • 5 Agustus 2025 – Hari akan lebih pendek sekitar 1,51 milidetik

Meskipun perbedaan ini sangat kecil dan tidak dapat dirasakan oleh manusia secara langsung, hal ini memiliki arti besar dalam dunia sains, terutama dalam pengukuran waktu presisi tinggi seperti yang digunakan dalam sistem GPS, komunikasi satelit, serta penelitian astronomi.

Fenomena ini juga mendekati rekor sebelumnya yang tercatat pada 5 Juli 2024, ketika hari menjadi lebih pendek sebesar 1,66 milidetik. Namun, hasil pengukuran aktual pada bulan-bulan mendatang masih bisa mengubah catatan ini bergantung pada observasi lanjutan.

Mengapa Rotasi Bumi Bisa Lebih Cepat?

Selama ini, banyak ilmuwan memperkirakan bahwa rotasi Bumi cenderung melambat akibat gaya tarik-menarik antara Bumi dan Bulan. Namun, sejak beberapa tahun belakangan, arah tren tersebut berubah — Bumi justru berotasi sedikit lebih cepat.

Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab utama percepatan ini adalah:

  • Pergerakan di inti bumi: Perubahan dinamis pada lapisan inti Bumi diyakini memengaruhi distribusi massa planet, yang pada gilirannya memengaruhi kecepatan rotasi.
  • Redistribusi massa global: Mencairnya gletser dan es di kutub menyebabkan air menyebar ke seluruh samudera, mengubah distribusi massa dan mempercepat rotasi.
  • Pengaruh El Niño dan La Niña: Fluktuasi iklim besar ini memindahkan jumlah besar massa udara dan air laut, yang juga turut mengubah momentum rotasi Bumi.
  • Posisi Bulan: Saat Bulan berada di titik terjauh dari khatulistiwa, gravitasi Bulan memberikan efek tertentu pada rotasi Bumi.
  • Gempa bumi besar: Gempa seperti yang terjadi di Jepang pada 2011 mampu menggeser sumbu Bumi hingga 17 sentimeter dan mempercepat rotasi sebesar 1,8 mikrodetik.

Apa Kata Para Ilmuwan?

Para ahli cukup terkejut dengan fenomena ini. Leonid Zotov, seorang peneliti dari Moscow State University, menyatakan bahwa tidak ada model prediksi yang mampu memperkirakan perubahan sebesar ini. Ia menambahkan bahwa penyebab utama kemungkinan besar berasal dari dinamika internal Bumi, karena model atmosfer dan lautan belum cukup menjelaskan perubahan yang terjadi.

Sementara itu, Judah Levine dari National Institute of Standards and Technology mengungkapkan bahwa sebelumnya para ilmuwan mengantisipasi perlunya penambahan leap second untuk menyesuaikan waktu global. Namun, dengan percepatan rotasi yang terjadi, kali ini dunia mungkin akan menghadapi penghapusan leap second untuk pertama kalinya pada tahun 2029.

Dampak pada Kehidupan Sehari-hari dan Sistem Waktu Global

Walaupun perubahan rotasi Bumi sangat kecil dan tidak langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari, dampaknya tetap signifikan dalam bidang teknologi dan sains. Sistem navigasi, komunikasi satelit, serta infrastruktur digital yang bergantung pada sinkronisasi waktu presisi tinggi harus terus disesuaikan agar tetap akurat.

Lebih jauh lagi, fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun secara alami Bumi cenderung melambat dalam skala waktu geologis, variasi jangka pendek tetap bisa terjadi akibat kombinasi faktor alamiah yang kompleks.

Penutup

Meskipun hari-hari terpendek pada Juli–Agustus 2025 mungkin tidak akan terasa bagi kebanyakan orang, fenomena ini membuka wawasan baru tentang dinamika Bumi sebagai sebuah sistem yang hidup dan dinamis. Dengan terus mempelajari perubahan-perubahan kecil ini, para ilmuwan semakin mampu memahami bagaimana Bumi bereaksi terhadap perubahan internal maupun eksternal, termasuk bagaimana hal itu dapat memengaruhi masa depan sistem waktu kita.

Saksikan 5 Menit Karya Instalasi Kolaborasi Reza Rahadian di Artjog 2025

Reza Rahadian Hadirkan Karya Instalasi “Eudaimonia” di Artjog 2025

Pada gelaran seni paling dinantikan tahun ini, Artjog 2025, aktor ternama Reza Rahadian turut ambil bagian dengan menampilkan karya seni instalasi kolaboratif berjudul “Eudaimonia”. Pameran yang berlangsung dari 20 Juni hingga 31 Agustus 2025 di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta, menjadi wadah bagi Reza untuk membagikan perjalanan emosional dan refleksi batinnya selama 20 tahun berkarya di dunia perfilman Indonesia.

Eudaimonia: Kolaborasi Seni yang Menyentuh Jiwa

“Eudaimonia” merupakan hasil kerjasama artistik Reza dengan sejumlah seniman lintas disiplin ilmu. Di antaranya Davy Linggar sebagai fotografer dan videografer, Andra Matin sebagai arsitek, Garin Nugroho sebagai sutradara, Siko Setyanto sebagai koreografer, serta Kasimyn atau Aditya Surya Taruna sebagai komposer. Dengan latar belakang keahlian mereka masing-masing, terciptalah sebuah karya yang tidak hanya menggugah secara visual, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton.

Karya ini menampilkan video hitam-putih yang berdurasi lima menit. Video tersebut menunjukkan gerakan tubuh Reza yang begitu ekspresif—melipat, meliuk, meringkuk, hingga diam membeku. Tubuhnya hanya dibalut kain hitam di bagian bawah pinggang, tanpa polesan makeup, sehingga menonjolkan kesederhanaan dan keaslian. Sorotan proyektor pada layar menampilkan detail kulit, pori-pori, bulu mata, alis, hingga air mata yang menetes pelan dari matanya.

Ada momen ketika ia seperti berteriak dalam diam, ada pula saat wajahnya tertutup kain putih, atau rebah di atas genangan air. Kata-kata seperti “luka” dan “bahagia” terucap samar dari bibirnya. Kelimanya membuat para penonton larut dalam suasana ruang yang sempit, gelap, dan hening.

Refleksi Perjalanan Karier 20 Tahun

Durasi lima menit itu bukan sekadar tayangan biasa. Ini adalah momen istimewa yang mengajak penonton merenungi setiap gerakan tubuh dan rasa yang merepresentasikan perjalanan karier Reza selama dua dekade. Di balik penampilannya yang tenang, tersirat makna filosofis yang mendalam.

Judul “Eudaimonia” sendiri berasal dari filsafat Yunani kuno yang berarti hidup yang baik, kesejahteraan, atau kebahagiaan sejati. Bukan sekadar kesenangan sesaat, tetapi lebih kepada pemenuhan diri melalui tujuan yang bermakna. Bagi Reza, karya ini adalah cara ia meredefinisi arti kebahagiaan yang berbeda-beda bagi tiap individu.

“Saya sedang tidak ingin mempertontonkan karakter. Saya sedang mempertontonkan diri saya sendiri, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya. Tanpa polesan makeup. Hanya pakai beberapa helai kain. Jadi it’s just a purity of skin, tears, joyful, dan perasaan lain, seperti luka,” ujar Reza saat acara media gathering di JNM, Selasa, 1 Juli 2025.

Inspirasi dari Pengalaman Pribadi

Karya ini terinspirasi dari pengalaman batin Reza sendiri. Ada masa-masa awal perjuangannya, penolakan, kegagalan, hingga momen patah hati yang tak bisa dihindari. Namun, bukan berarti ia membuka semua rahasia hidupnya. Ada hal-hal yang ia anggap tidak perlu dijelaskan kepada siapa pun.

Namun, di tengah duka, ada juga pencapaian yang ia syukuri. Prestasi yang datang dari apresiasi masyarakat film Indonesia menjadi titik terang dalam perjalanan ini. Ia juga menyadari bahwa menjaga konsistensi selama 20 tahun tidaklah mudah.

Bentuk Karya Lain dalam Instalasi

Selain video pendek, “Eudaimonia” juga dilengkapi dengan sepuluh panel foto hitam-putih. Foto-foto ini menampilkan potongan adegan dari olah tubuh dan ekspresi Reza. Di ruangan yang sama, narasi “Refleksi 20 Reza Rahadian” juga dipajang dengan pencahayaan temaram yang menambah nuansa introspektif.

Artjog dan Program Spotlight

Reza Rahadian menjadi tokoh pertama yang menampilkan karyanya dalam program baru Artjog 2025, yaitu “Spotlight”. Program ini dikhususkan untuk memberikan wadah bagi korporat maupun seniman secara personal atau kolektif tanpa kurasi. Hal ini membedakan Reza dengan selebritas sebelumnya seperti Nicholas Saputra dan Happy Salma yang pernah menampilkan karya seni mereka di Artjog.

Menurut Heri Pemad, pendiri Artjog, karya Reza sangat relevan dengan tema dan visi penyelenggaraan tahun ini. “Bukan karena mereka selebritas, tapi karya-karyanya lekat dengan yang menjadi kegelisahan kami juga,” katanya.

Dengan hadirnya “Eudaimonia” di Artjog 2025, Reza Rahadian berhasil membawa dunia seni ke dimensi yang lebih personal dan filosofis. Karyanya mengingatkan kita bahwa seni bukan hanya tentang keindahan visual, tetapi juga tentang manusia, emosi, dan perjalanan jiwa yang tak pernah usai.

Segera Cek Jadwal Kapal Pelni Bitung-Ternate Juni 2025 & Dapatkan Tiket KM Sinabung di Sini!


jasa SEO seoyandira.com -, TERNATE –

Berikut jadwal kapal rute Bitung, Sulawesi Utara, ke Ternate, Maluku Utara yang berangkat pada Juni 2025.

Ada KM Sinabung dan KM Sangiang yang berangkat dari Bitung menuju Ternate pada tanggal 27 dan 30 Juni 2025.


Cek selengkapnya mengenai tata cara pembelian tiket, jadwal, hingga harga tiket kapal berikut, dikutip dari laman Pelni Mobile di pelni.co.id.

Cara Pembelian Tiket

1. Untuk membeli tiket siapkan KARTU IDENTITAS lalu Anda bisa klik link berikut ini.


BELI TIKET DI SINI.

2. Input daerah rute dari mana akan ke mana, atau input kode misalkan TEI untuk TERNATE, BIT untuk BITUNG, AMQ untuk AMBON, BBG untuk BACAN, SUB untuk SURABAYA, dll

3. Pilih kategori penumpang: Dewasa, anak-anak, atau bayi

4. Pilih tanggal keberangkatan dan kelas kapal, klik CARI PELAYARAN, akan muncul jadwal tanggal terdekat

5. Pilih tanggal yang diinginkan serta kelasnya, klik PILIH

6. Isi INFORMASI DATA PEMESAN dan INFORMASI IDENTITAS PENUMPANG (diberi waktu 10 menit), jika sudah klik LANJUT

7. Pilih METODE PEMBAYARAN, lalu BUAT REQUEST PEMBAYARAN

8. Untuk keterangan lebih lanjut, bisa hubungi WhatsApp PELNI di nomor 08111621162 atau telepon (021) 162.

Jadwal dan Harga Tiket

BITUNG – TERNATE


Berangkat 27 Juni 2025


– KM.Sinabung (Kelas 1A/A)

Berangkat dari Bitung pada Jumat (27/6/2025) pukul 06.00 dan tiba di Ternate pada hari yang sama pukul 16.00 – Durasi 10 jam perjalanan

Tarif Dewasa (x1) : Rp 371.500

Tari Bayi (0-23 Bulan) (x1) : Rp 39.500


– KM.Sinabung (Kelas 1B/B)

Berangkat dari Bitung pada Jumat (27/6/2025) pukul 06.00 dan tiba di Ternate pada hari yang sama pukul 16.00 – Durasi 10 jam perjalanan

Tarif Dewasa (x1) : Rp 310.500

Tari Bayi (0-23 Bulan) (x1) : Rp 33.000


– KM.Sinabung (Kelas 2A/C)

Berangkat dari Bitung pada Jumat (27/6/2025) pukul 06.00 dan tiba di Ternate pada hari yang sama pukul 16.00 – Durasi 10 jam perjalanan

Tarif Dewasa (x1) : Rp 223.500

Tari Bayi (0-23 Bulan) (x1) : Rp 24.500


– KM.Sinabung (Kelas 2B/D)

Berangkat dari Bitung pada Jumat (27/6/2025) pukul 06.00 dan tiba di Ternate pada hari yang sama pukul 16.00 – Durasi 10 jam perjalanan

Tarif Dewasa (x1) : Rp 209.500

Tari Bayi (0-23 Bulan) (x1) : Rp 23.000


– KM.Sinabung (Kelas Ekonomi/E)

Berangkat dari Bitung pada Jumat (27/6/2025) pukul 06.00 dan tiba di Ternate pada hari yang sama pukul 16.00 – Durasi 10 jam perjalanan

Tarif Dewasa (x1) : Rp 136.500

Tari Bayi (0-23 Bulan) (x1) : Rp 14.350


Berangkat 30 Juni 2025


– KM.Sangiang (Kelas Ekonomi/E)

Berangkat dari Bitung pada Senin (30/6/2025) pukul 21.00 dan tiba di Ternate pada Selasa (1/7/2025) pukul 16.00 – Durasi 19 jam perjalanan

Tarif Dewasa (x1) : Rp 136.500

Tari Bayi (0-23 Bulan) (x1) : Rp 14.350

AMBON – TERNATE


Berangkat 27 Juni 2025


– KM.Tatamailau (Kelas Ekonomi/E)

Berangkat dari Ambon pada Jumat (27/6/2025) pukul 21.00 dan tiba di Ternate pada Sabtu (28/7/2025) pukul 23.00 – Durasi 1 hari 2 jam perjalanan

Tarif Dewasa (x1) : Rp 154.000

Tari Bayi (0-23 Bulan) (x1) : Rp 15.850

MAKASSAR – TERNATE


Berangkat 29 Juni 2025


– KM.Nggapulu (Kelas Ekonomi/E)

Berangkat dari Makassar pada Minggu (29/6/2025) pukul 13.00 dan tiba di Ternate pada Rabu (2/7/2025) pukul 12.00 – Durasi 2 hari 23 jam perjalanan

Tarif Dewasa (x1) : Rp 300.000

Tari Bayi (0-23 Bulan) (x1) : Rp 31.900

SURABAYA – TERNATE


Berangkat 28 Juni 2025


– KM.Nggapulu (Kelas Eks Kabin Kelas 1/A)

Berangkat dari Surabaya pada Sabtu (28/6/2025) pukul 04.00 dan tiba di Ternate pada Rabu (2/7/2025) pukul 12.00 – Durasi 4 hari 8 jam perjalanan

Tarif Dewasa (x1) : Rp 377.000

Tari Bayi (0-23 Bulan) (x1) : Rp 38.850


– KM.Nggapulu (Kelas Eks Kabin Kelas 2/B)

Berangkat dari Surabaya pada Sabtu (28/6/2025) pukul 04.00 dan tiba di Ternate pada Rabu (2/7/2025) pukul 12.00 – Durasi 4 hari 8 jam perjalanan

Tarif Dewasa (x1) : Rp 377.000

Tari Bayi (0-23 Bulan) (x1) : Rp 38.850


– KM.Nggapulu (Kelas Ekonomi/E)

Berangkat dari Surabaya pada Sabtu (28/6/2025) pukul 04.00 dan tiba di Ternate pada Rabu (2/7/2025) pukul 12.00 – Durasi 4 hari 8 jam perjalanan

Tarif Dewasa (x1) : Rp 377.000

Tari Bayi (0-23 Bulan) (x1) : Rp 38.850. (*)

Inilah 6 Kabupaten Terpopuler di NTT: Kupang Kalah Populer!

Osbali- Pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan geliat yang menjanjikan. Provinsi yang dahulu dianggap sebagai destinasi tersembunyi di ujung timur Indonesia, kini perlahan menjelma menjadi salah satu primadona wisata nasional, bahkan internasional. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Pariwisata Provinsi NTT, terdapat enam kabupaten/kota yang mencatat angka kunjungan wisatawan tertinggi sepanjang tahun 2024.

Menariknya, Kota Kupang yang selama ini dikenal sebagai simpul utama transportasi dan pusat pemerintahan, ternyata bukanlah daerah yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Posisi teratas justru ditempati oleh sebuah kabupaten yang namanya telah mendunia: Manggarai Barat.

Berikut daftar lengkap enam kabupaten/kota di NTT yang paling ramai dikunjungi wisatawan selama 2024:

1. Manggarai Barat – Gerbang Komodo yang Mendunia

Tak ada yang meragukan daya pikat Labuan Bajo, ikon wisata unggulan yang menjadi pintu masuk ke Taman Nasional Komodo. Tahun 2024, Manggarai Barat mencatat 411.349 kunjungan wisatawan, menjadikannya kabupaten paling ramai di NTT. Statusnya sebagai salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas Nasional memperkuat posisinya di peta pariwisata nasional dan internasional. Infrastruktur yang terus dibenahi—dari bandara, pelabuhan kapal pesiar, hingga hotel-hotel berbintang—mendongkrak pesona kawasan ini.

2. Kota Kupang – Simpul Urban dan Transit Favorit

Meski bukan nomor satu, Kupang tetap menjadi kota dengan jumlah kunjungan tertinggi kedua di NTT. Sebagai ibu kota provinsi dan gerbang utama menuju berbagai destinasi di NTT, Kupang menawarkan berbagai pantai seperti Lasiana, Namosain, hingga kawasan kuliner malam di tepi laut. Kupang juga menjadi simpul penting untuk wisatawan yang datang maupun yang hendak melanjutkan perjalanan ke daerah lain di NTT.

3. Flores Timur – Tradisi Religius dan Wisata Budaya

Kabupaten Flores Timur, terutama kota Larantuka, mencuri perhatian dunia melalui tradisi Semana Santa—ziarah rohani yang menarik ribuan peziarah Katolik dari dalam dan luar negeri setiap tahun. Perpaduan antara kekuatan iman dan keindahan alam menjadikan Flores Timur sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang unik di Indonesia.

4. Ende – Alam Mistis dan Jejak Sejarah Bung Karno

Ende menawarkan Danau Kelimutu, danau tiga warna yang misterius dan memesona. Selain itu, sejarah panjang sebagai tempat pengasingan Bung Karno menambah daya tarik tersendiri. Ende juga menjadi titik penting dalam jalur wisata lintas Flores, dengan akses jalan yang terus diperbaiki untuk menunjang kunjungan wisatawan.

5. Ngada – Rumah Tradisi Megalitik dan Alam Pegunungan

Desa adat Bena dan Gurusina di Kabupaten Ngada menjadi saksi hidup kebudayaan megalitik yang masih lestari. Ditambah dengan panorama Gunung Inerie yang megah, Ngada menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara yang mencari pengalaman autentik dan spiritual di tengah kekayaan budaya Flores.

6. Sikka – Laut Biru, Salib, dan Tenun

Kabupaten Sikka dengan pusat kota Maumere tak hanya dikenal karena Pulau 17 Riung yang menawan untuk diving dan snorkeling, tetapi juga sebagai pusat penyebaran agama Katolik di Flores. Kuatnya tradisi gereja, tenun ikat khas, dan lanskap pantai utara yang cantik menjadikan Sikka destinasi yang menyeimbangkan wisata alam dan spiritualitas.

Berikut adalah infografik jumlah kunjungan wisatawan ke enam daerah terpopuler di NTT tahun 2024. Manggarai Barat menempati posisi puncak dengan lebih dari 411 ribu kunjungan, disusul Kota Kupang, Flores Timur, Ende, Ngada, dan Sikka. Jika Anda ingin versi vertikal, format media sosial, atau tambahan ikon/ilustrasi, saya bisa bantu buatkan.

Menurut Dinas Pariwisata NTT, enam daerah ini menyumbang hampir 80% dari total kunjungan wisatawan ke seluruh provinsi sepanjang 2024. Keberhasilan ini tak lepas dari kombinasi antara daya tarik alam, kekayaan budaya, aksesibilitas, serta infrastruktur yang kian membaik.

NTT kini tak lagi sekadar dikenal karena Komodo. Di balik layar, ada Maumere yang damai, Bena yang sakral, dan Larantuka yang penuh doa. Setiap kabupaten memiliki kisahnya sendiri, dan masing-masing menjadi saksi bagaimana pariwisata NTT kini memasuki era baru—era di mana Timur bukan lagi tertinggal, tapi justru sedang memimpin.***