7 Fakta Unik Puffin, Burung Laut yang Menggemaskan dan Berparuh Cerah

Puffin adalah burung laut kecil yang tampilannya sering menarik perhatian karena paruhnya yang berwarna cerah dan ekspresi wajah yang lucu. Meski tampak menggemaskan, burung ini menyimpan banyak fakta menarik yang jarang diketahui. Mereka dikenal sebagai penyelam andal yang mencari makan di laut dan hidup berkoloni di pulau-pulau berbatu, bahkan terdapat salah satu pulau yang dijuluki Pulau Puffin.

Di balik penampilannya yang menghibur, puffin memiliki adaptasi luar biasa mulai dari paruh yang bisa berubah warna hingga kemampuan menangkap banyak ikan sekaligus. Dengan segala keistimewaannya, puffin menjadi salah satu burung laut yang paling menarik untuk dipelajari. Lebih lengkapnya tentang burung ini, simak ulasan berikut, yuk.

1. Asal nama puffin

Puffin mempunyai beberapa nama yang berasal dari penampilannya. Puffin Atlantik memiliki nama Latin Fratercula arctica, yang berarti saudara kecil dari utara. Dilansir Mental Floss, nama tersebut merujuk pada bulu puffin Atlantik yang menyerupai jubah biarawan.

Kata ‘puffin’ diyakini berasal dari kata ‘puff’, yang memiliki arti bengkak. Hal tersebut merujuk pada anak burung puffin yang memang berbulu lebat dan tampak bulat. Selain itu, puffin juga disebut sebagai badut laut atau parrot laut karena ekspresi lucunya dan paruh mereka yang berwarna-warni.

2. Puffin tidak membangun sarang, tetapi menggali lubang

Puffin tidak membangun sarang untuk membesarkan anak burungnya. Mereka akan menggali tanah dengan paruh dan kaki mereka dengan kedalaman hingga sekitar 3 kaki. Menggali menjadi hal yang alami bagi puffin.

Paruh kuat mereka dapat digunakan untuk menggali dan tanah galian tersebut difungsikan oleh puffin sebagai gua untuk membesarkan anak burungnya. Gua tersebut dibuat miring ke atas untuk mencegah banjir. Selain itu, puffin juga mencari tempat yang terlindungi yaitu di antara batu-batu di tebing curam yang dapat melindungi anak burung dari predator.

3. Paruh puffin dapat berubah warna

Paruh puffin adalah salah satu ciri khas paling mencolok. Puffin dikenal memiliki paruh warna oranye cerah. Saat musim dingin, paruh puffin akan memudar dan sebagian menjadi rontok. Warna mencolok dari paruh puffin hanya dapat berguna selama musim kawin, saat musim semi tiba.

Setelah puffin kembali ke laut lepas setelah berkembang biak, lapisan luar berwarna cerah pada paruhnya akan rontok dan berubah menjadi cokelat kusam yang jauh lebih kecil. Sebenarnya, paruh mencolok tersebut menjadi hambatan bagi puffin karena membuat burung tersebut mudah terlihat oleh predator dan mangsanya.

4. Puffin memiliki warna ultraviolet

Puffin baru-baru ini ditemukan memiliki bercak fotoluminesen pada paruhnya. Warna ultraviolet pada burung ini diyakini sebagai tanda kebugaran yang membantu mereka dalam memilih pasangan. Namun, warna ini tidak dapat terlihat oleh manusia tanpa menggunakan lampu hitam.

5. Puffin adalah burung yang terbang dengan usaha tinggi

Puffin memiliki sayap pendek dan tebal yang membuat mereka menjadi perenang yang hebat. Namun, sayangnya sayap tersebut menimbulkan kelemahan bagi mereka sebagai burung. Puffin memang dapat terbang dengan kecepatan hingga 55 mph, tetapi dengan bentuk sayap seperti itu, membuat puffin perlu mengibaskan sayap sekitar 400 kali per menit untuk terbang.

Selain itu, puffin biasanya menggunakan sayap untuk terbang di bawah air. Puffin memiliki kaki berselaput dan dapat berenang di permukaan laut seperti bebek. Saat menyelam, mereka mengayunkan sayap untuk menghasilkan dorongan ke depan. Kaki mereka berfungsi sebagai kemudi yang membantu mereka mengejar dan menangkap mangsa yang lincah di bawah air.

6. Puffin memiliki lidah khusus yang membantu menangkap dan memegang ikan

Puffin memiliki kemampuan luar biasa dalam menangkap beberapa ikan kecil sekaligus setiap kali menyelam, terutama jenis ikan seperti sand eels, yang menjadi makanan favorit mereka. Kemampuan ini didukung oleh struktur lidah dan langit-langit mulut yang unik. Lidah puffin memiliki permukaan kasar yang bekerja sama dengan bagian berduri di langit-langit mulut untuk menahan ikan tetap di tempat saat burung tersebut melanjutkan perburuan di dalam air.

Selain kemampuannya dalam menangkap mangsa, puffin juga memiliki cara khusus dalam mengangkut makanan. Paruh mereka dirancang sedemikian rupa sehingga dapat membawa hingga dua belas ikan sekaligus, disusun rapi di atas rahang bawah. Lidah kasar mereka membantu menjaga mangsa tetap aman di mulut, memungkinkan puffin untuk terus membuka dan menutup paruh tanpa menjatuhkan hasil tangkapan sebelumnya.

7. Puffin bertelur satu butir setahun dan anaknya membutuhkan perawatan ekstra

Puffin hanya bertelur satu butir setiap tahun dan memiliki satu anak dalam setiap musim berkembang biak. Mereka dikenal setia pada pasangannya seumur hidup dan sering kembali ke sarang yang sama setiap musim semi. Anak puffin dibesarkan selama musim semi dan musim panas, saat kondisi lingkungan lebih mendukung.

Merawat anak puffin bukanlah tugas yang mudah. Induk jantan dan betina harus terbang jauh ke laut untuk mencari makanan. Setelah berburu, mereka kembali dengan mulut penuh ikan untuk memberi makan anaknya. Dalam sehari, seekor anak puffin bisa diberi makan lebih dari 100 kali, menunjukkan betapa besar usaha puffin sebagai orang tua dalam memastikan kelangsungan hidup anak mereka.

Melalui berbagai keunikan dan kemampuannya yang luar biasa, puffin membuktikan diri sebagai burung laut yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga biologis. Keberadaan mereka menjadi pengingat betapa luar biasanya alam dalam menciptakan makhluk yang adaptif dan penuh daya tarik.

6 Fakta Menarik Razorbill,  Terlihat seperti Penguin 5 Fakta Unik Penguin, dari Romansa Setia sampai Kemampuan Berenang

5 Fakta Menarik Siklid Narapidana, Bisa Jadi Agresif Saat Musim Kawin!

Ikan siklid merupakan penyebutan yang merujuk pada ikan dari famili Cichlidae. Dalam hal ini, ikan nila dan mujair merupakan beberapa spesies ikan siklid yang cukup populer. Ikan siklid umumnya ditemukan di sungai, danau, dan sering dimakan oleh manusia. Gak cuma itu, beberapa spesies seperti Amatitlania nigrofasciata atau siklid narapidana juga cukup unik.

Nama siklid narapidana diperoleh dari tubuhnya yang bercorak hitam putih, mirip seperti pakaian narapidana. Ia merukana ikan berukuran sedang yang bisa ditemukan di Amerika tengah. Sayangnya, di Indonesia ikan ini tidak populer. Karenanya, mari kita bahas beberapa fakta unik dan menarik tentang ikan tersebut!

1. Merupakan ikan asli Amerika tengah

Dilansir Fishbase, siklid narapidana merupakan satwa asli Amerika tengah dan bisa ditemukan di Panama, Guatelama, El Salvador, Kosta Rika, hingga Nikaragua. Ia merupakan ikan air tawar yang menghuni danau dan sungai bersuhu hangat. Secara umum, perairan dengan suhu sekitar 26 – 29 °C jadi tempat kesukaannya. Terakhir, ikan ini sangat suka tinggal di perairan yang terus bergerak, perairan yang dipenuhi bebatuan, atau perairan yang kaya akan tanaman air.

2. Corak garis hitam di tubuhnya sangat khas

Laman Fishes of Australia menjelaskan kalau siklid narapidana merupakan ikan berukuran kecil dengan panjang sekitar 10 centimeter. Seperti spesies siklid lain, badannya datar, tidak terlalu panjang, matanya besar dan membulat, dan ia memiliki duri di sirip bagian atasnya. Uniknya, ukuran dan bentuk tubuh bukan ciri khas dari ikan ini.

Sebaliknya, ia sangat terkenal karena kehadiran corak garis hitam putih di sekujur tubuhnya. Jika diperhatikan, corak tersebut sangat mirip dengan seragam narapidana di penjara, cocok dengan namanya. Selain corak garis hitam putih, terkadang ada juga individu berwarna putih polos. Tak cuma itu, jika terkena sinar matahari ikan ini juga bisa memancarkan gradasi hijau, kuning, jingga, hingga biru.

3. Mampu membuka mulut dengan sangat lebar

Sejatinya, siklid narapidana merupakan omnivor yang tidak pilih-pilih makanan. Mau itu tanaman air, alga, ikan kecil, serangga, krustaesea, hingga cacing semuanya masuk ke menu makanan ikan ini. Nah, kebiasaan makan tersebut ada hubungannya dengan bentuk mulut ikan ini.

Dilansir iNaturalist, siklid narapidana bisa membuka dan melebarkan mulut hingga 4.2 persen lebih besar dari ukuran aslinya. Lebih lanjut, hal tersebut membuatnya bisa memakan, memangsa, dan menelan apapun, entah yang berukuran kecil, sedang, hingga besar. Selain itu, saat sedang stres dan terkucilkan ikan ini juga bisa mengalami masalah pencernaan.

4. Bisa menjadi agresif saat musim kawin

Laman Animal Diversity Web menjelaskan kalau siklid narapidana bisa menjadi agresif pada musim kawin. Tepatnya, ia akan menjadi teritorial, melindungi wilayah kekuasaannya, dan tak segan untuk menyerang, mengejar, hingga menggigit ikan lain. Uniknya, sifat agresif tersebut menarik perhatian para ahli sehingga ikan ini sering diteliti. Lebih lanjut, puncak agresivitas ikan ini biasanya muncul saat suhu air mencapai 30 °C.

Siklid narapidana sendiri mencapai kematangan seskual di usia sekitar 16 minggu hingga 6 bulan. Ikan ini sendiri merupakan spesies monogamous yang hanya kawin dengan satu pasangan. Sebelum bertelur, siklid narapidana akan membuat “gua” dengan memindahkan bebatuan. Nantinya, individu betina akan bertelur di “gua” tersebut.

5. Cukup populer sebagai peliharaan

Karena corak dan warnanya yang unik, siklid narapidana cukup populer sebagai peliharaan. Jika ingin memelihara ikan ini, kamu harus mendekorasi akurium dan membuatnya semirip mungkin dengan habitat asli ikan ini. Jika hal tersebut dilakukan, siklid narapidana akan merasa nyaman, tidak stres, dan akhirnya akan berumur panjang.

Dilansir Seriously Fish, ikan ini sangat cocok dipelihara di akuarium berukuran 90 cm x 30 cm. Biasanya, ia dipelihara secara berpasang-pasangan. Gak cuma itu, suhu akuarium juga harus dijaga tetap hangat, yaitu di kisaran 24 – 28 °C. Tentunya, kamu tak perlu khawatir soal makanan karena ia bisa diberi makan cacing darah, material tanaman, atau pelet ikan.

Ternyata, hal unik dari siklid narapidana tak cuma tercermin dari warna dan coraknya saja. Nyatanya, kebiasaan, habitat, hingga kebiasaannya juga sangat unik dan menarik. Karenanya, kita belajar satu hal dari ikan ini, yaitu kita gak boleh menulai sesuai hanya dari penampilannya saja. Pasalnya, penampilan bisa menipu dan menutupi keunikan yang lain.

5 Hewan Laut Ini Sedang Krisis Populasi, Ada yang Tersisa 10 Ekor! 5 Fakta Erabu Kuning, Dapat Berburu Bersama Hewan Laut Lain!

Menjelajahi Tradisi dan Kehidupan Sarawak di Desa Budaya Indonesia


Osbali-  ,


Jakarta


– Selain terkenal dengan destinasi wisata alam, Kuching juga memiliki destinasi wisata budaya. Kampung Budaya Sarawak atau

Desa Budaya Sarawak

menawarkan perjalanan menyelami budaya Borneo yang beragam. Di sini wisatawan tidak hanya mengenal tapi juga menikmati interaksi langsung seperti pertunjukan musik dan tari, hingga kegiatan tradisional.

Terletak di pinggiran Kuching, tepatnya di seberang Pantai Damai. Museum hidup seluas 17 hektar ini mengajak wisatawan mengenali kehidupan dan tradisi berbagai suku asli Sarawak melalui bangunan replika dan kostum tradisional. Termasuk berbagai komunitas dan kelompok etnis, termasuk Bidayuh, Iban, Orang Ulu, Penan, Melanau, Melayu, dan Tionghoa.

Cara dan waktu terbaik mengunjungi Desa Budaya Sarawak

Cara menuju Desa Budaya Sarawak dapat menggunakan taksi, bus reguler dan shuttle dari berbagai tempat di Kuching, termasuk Santubong Resort T-Junction. Karena tempat wisata ini dibuka dari jam 9 pagi hingga 5 sore, jadi sangat disarankan untuk menjelajahinya dari pagi hari, setelah itu dapat menikmati pertunjukan dan pameran lainnya. Ada dua pertunjukan budaya setiap hari, pertunjukan pagi pukul 11:30 dan pertunjukan sore pukul 4 sore.

Dilansir dari

Travel and Leisure Asia

, tiket masuk untuk dewasa 95 ringgit

Malaysia

atau sekitar Rp 365 ribu, sedangkan anak-anak 60 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 253. Kalau membeli tiket secara online sebesar 90 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 346 ribu untuk dewasa dan anak-anak 57 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 219 ribu. Pembelian online dapat disertai dengan makan siang dengan harga tiket sebesar 125 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 481 ribu untuk dewasa, dan untuk anak-anak sebesar 88 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 338 ribu.

Waktu ideal untuk mengunjungi Desa Budaya Sarawak adalah antara bulan April dan September. Periode ini sangat cocok untuk kegiatan luar ruangan, cuaca juga sedang bersahabat. Tapi musim ini termasuk musim puncak turis, jadi tentu akan ada lebih banyak pengunjung.

Salah satu acara tahunan yang digelar selama periode tersebut adalah Rainforest World Music Festival. Tahun ini digelar pada akhir pekan 20-22 Juni 2025. Acara ini menampilkan pertunjukan seniman lokal dan internasional dari berbagai latar belakang budaya. Festival ini meliputi lokakarya, pertunjukan budaya, dan kios makanan, yang menciptakan perpaduan unik antara musik dan alam, seperti dikutip dari laman website

Dewan Pariwisata Sarawak
.

Atraksi Wisata di Desa Budaya Sarawak

Selama di Desa Budaya Sarawak, wisatawan dapat melihat beberapa tempat-tempat menarik. Mulai dari Taman Patung, yang menampilkan koleksi seni batu yang dibuat oleh berbagai pematung. Patung-patung ini dibuat selama International Stone Sculptors Camp yang diadakan pada tahun 2003, olehseniman lokal dan internasional yang memamerkan interpretasi mereka terhadap lingkungan sekitar dan pengalaman pribadi di desa tersebut.

Seperti disebutkan sebelumnya wisatawan dapat melihat berbagai bangunan rumah adat suku asli dan kelompok etnis. Mulai dari Rumah Panjang Bidayuh yang menawarkan koleksi artefak menarik yang digunakan oleh para pejuang Bidayuh. Di Rumah Panjang Iban yang menyimpan berbagai barang seperti drum, gong, perkakas, dan kostum tradisional.

Rumah Panjang Orang Ulu memamerkan berbagai alat musik yang indah, termasuk Sape dan Jatung Utang. Pengunjung dapat mengagumi manik-manik rumit yang dibuat oleh anggota masyarakat, serta topi berhias, tato tubuh, ukiran kayu, demonstrasi adu pedang, dan tiang totem.

Sedangkan di Rumah Tinggi Melanau, salah satu bangunan tertinggi di Desa Budaya Sarawak, memiliki dua lantai terpisah. Di lantai pertama, pengunjung dapat menjelajahi berbagai senjata, peralatan, dan perkakas yang digunakan oleh masyarakat Melanau. Lantai kedua berisi kamar tidur.

Rumah pertanian cina memiliki pintu berhiasm di mana kuil rumah tangga yang indah menjadi pusat perhatian. Dinding bercat putih dihiasi dengan rak-rak yang diisi dengan perkakas tradisional, mesin tenun, senjata, dan barang-barang dekoratif lainnya.

Salah satu

rumah tradisional

terindah di Desa Budaya Sarawak adalah Rumah Melayu, yang dibangun di atas panggung. Rumah berhias ini memiliki berbagai atraksi, seperti permainan papan tradisional, seni dinding, perkakas, dan banyak lagi. Pengunjung juga dapat menyaksikan anggota masyarakat menyiapkan hidangan tradisional di atas api unggun. Ada juga pondok-pondok Penan yang biasanya dibangun di dekat tanaman tapioka, yang merupakan makanan pokok masyarakat Penan.

Sementara untuk melihat berbagai pertunjukan budaya tari dan musik dapat mengunjungi gedung teater. Bagi para pemburu suvenir, ada toko kerajinan tangan yang menawarkan berbagai macam barang, mulai dari dekorasi rumah dan buku hingga perhiasan buatan tangan, mainan tradisional, tutup kepala, dan ukiran kayu.