Accelerating Local Growth: Why Embracing Homemade Pickups is Key


By Eric Osei ANNOR

In Ghana’s dynamic economy, pickups are not just vehicles; they are crucial instruments for business, government logistics, agriculture, and construction.

Yet, for too long, Ghana has leaned heavily on imports to satisfy this demand, draining foreign exchange and stunting our industrial growth.

This narrative is changing, and we must take decisive action. With ambitious policies like the Ghana Automotive Development Policy (GADP), locally assembled pickups, including the Peugeot Landtrek 1.9, are now entering the market.

This represents a fundamental shift toward self-reliance, economic diversification, and manufacturing-led development.


Why local assembly works for Ghana

·

Job creation across the value chain –

Every pickup assembled locally creates a ripple effect of employment — from automotive engineers to logistics operators and spare parts vendors.

Assembly plants in Ghana, including Silver Star Auto’s facility for the Landtrek, are becoming training grounds and career hubs for the country’s growing youth workforce.

·

Lower costs & wider access –

With exemptions under the GADP, locally assembled vehicles bypass hefty import duties, making them more affordable for SMEs, government institutions, and individuals.

A Landtrek 1.9 assembled in Ghana can cost significantly less than an imported equivalent, expanding vehicle ownership and business efficiency.

·

Built for Ghanaian conditions –

Ghana’s road networks, climate, and transport needs demand vehicles that can endure tough conditions.

The Landtrek 1.9, with its

235 mm ground clearance

,

600 mm wading depth

, and rugged leaf-spring suspension, is built to handle Ghana’s terrain — making it a smart and reliable choice for both urban and rural users.


Economic nationalism & industrial strategy

Supporting local assembly is more than industrial policy — it’s a patriotic economic strategy. Ghana spends millions annually on vehicle imports, impacting our current account and foreign reserves.

By shifting to local production, we not only conserve foreign currency but also signal our readiness to compete globally in high-value manufacturing.

This import-substitution model, if sustained, can transform Ghana into West Africa’s automotive powerhouse, exporting pickups across the subregion while meeting domestic needs efficiently.


Public sector – Leading by example

Government agencies and state-owned enterprises (SOEs) are key to anchoring demand. When ministries and district assemblies procure locally assembled pickups, they directly support Ghanaian jobs and enterprise.

This kind of demand assurance encourages private investors and multinational brands to expand their local presence and production capacity.


Case in Point: The Peugeot Landtrek 1.9


Specification

Details

Engine
1.9L Turbo Diesel, 150 hp

Torque
350 Nm @ 1800–2800 rpm

Transmission
6-speed manual / automatic

Drivetrain
RWD + selectable 4WD

Fuel Efficiency
~7.8–8.1 L/100 km

Ground Clearance
214–235 mm

Wading Depth
600 mm

Load/Tow Capacity
750 kg payload / 3,000 kg tow

Assembly
Tema, Ghana

\xa0

The Landtrek is more than a workhorse — it’s a mobile symbol of Ghanaian industrial potential.


Policy support – building on solid foundations

The government has taken bold and commendable steps to develop the local automotive sector. Through the GADP, tax incentives, and the establishment of the Ghana Automotive Development Centre, it has shown strong commitment to industrial transformation.

As the sector grows, further refinements — such as improved access to vehicle financing, reduction of utility costs for manufacturers, and streamlined regulatory procedures — will make local assembly even more competitive. Continued investment in infrastructure in industrial enclaves like Tema and Kumasi will reinforce Ghana’s position as an auto assembly hub.


Conclusion – Ghana’s automotive moment

Ghana is entering a new industrial era — one where pickups like the Landtrek 1.9 are not just imported assets, but Ghana-assembled engines of progress.

By choosing locally assembled vehicles, we create jobs, retain value within our economy, and build national resilience. This isn’t just a shift in production — it’s a signal of confidence in ourselves. Let’s drive Ghana forward — one locally assembled pickup at a time.



>>>Award-Winning Strategist in Marketing, Sales, and Digital Transformation. He can be reached 0541 453 775|oannorerice@gmail.com

Provided by SyndiGate Media Inc. (
Syndigate.info
).

Jogja Volkswagen Festival 2025: Rasakan Nuansa Unik yang Tidak Akan Anda Lupakan



jasa SEO seoyandira.com –


,


Yogyakarta


– Gelaran bagi pecinta hobi otomotif, Jogja
Volkswagen
Festival (JVWF), bakal disajikan secara berbeda pada 2025. Acara yang akan digelar 10–13 Juli mendatang itu tak lagi dihelat di ruang pameran khusus seperti Jogja Expo Center (JEC) seperti tahun-tahun sebelumnya. Mobil-mobil klasik dengan usia rata-rata lebih dari 40 tahun yang masih terawat itu, bakal dibawa masuk kompleks kampus
Universitas Gadjah Mada
(UGM)
Yogyakarta
.

Mobil-mobil itu akan mejeng di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM yang disebut-sebut sebagai super

creative hub

terbesar di Asia Tenggara.

Ketua Panitia JVWF 2025, Andi Santoso, mengatakan bahwa festival tahun ini bertepatan dengan peringatan 75 tahun VW Bus (VW Kombi). Jadi bakal ada juga panggung khusus yang menampilkan seluruh lini VW Kombi sejak generasi pertama sampai yang kini bertenaga listrik,” kata Andi di Yogyakarta, Jumat, 20 Juni 2025.

Generasi pertama VW Kombi yang legendaris atau yang juga dikenal sebagai T1 sendiri diproduksi dari tahun 1950 hingga 1967. Bentuk awal mobil yang kini sudah jadi barang koleksi itu, nantinya bisa dinikmati para pengunjung secara langsung.

Dalam perhelatan yang juga disebut Lebaran-nya para pecinta VW itu, tak kurang 20-an unit VW klasik terpilih dari 500 unit yang dikurasi yang memiliki nilai sejarah panjang bisa disaksikan dari dekat.

Hal yang menarik, penempatan ruang pamerannya kali ini bakal berbeda dengan sebelumnya yang cenderung tanpa sekat ruang alias los. Di ruang pamer GIK UGM ini, pengunjung bisa menyaksikan bagaimana mobil-mobil klasik itu ditata menyesuaikan tata ruang yang dicirikan lebih banyak sekatan, dinding kaca, dan latar warna ruang hitam-putih-transparan.

“Pameran ini mengangkat konsep

display

yang baru, jadi pengunjung tak hanya sekadar melihat pameran lalu pulang, namun ada ruang-ruang khusus yang disediakan untuk sesi-sesi akademis dan kolaborasi inovatif,” kata dia.

Blast From The Past

Dalam gelaran yang tahun ini mengusung tema Blast From The Past, Andi mengatakan sengaja memilih kawasan kampus sebagai pusat festival untuk mengenalkan sepenggal sejarah Volkswagen. Mobil ini merupakan pabrikan legendaris asal Jerman, yang

telah ada sejak masa pemerintahan Adolf Hitler, tepatnya pada tahun 1937 silam.

Menurutnya, pengunjung terutama juga wisatawan minat khusus di bidang otomotif, bisa belajar bagaimana transisi sektor transportasi itu berkembang dari masa ke masa. Mengingat dulunya Volkswagen diciptakan sebagai ‘Mobil Rakyat’ di Jerman.

“Dari ajang ini kami ingin mengangkat keabadian pesona mobil-mobil klasik Volkswagen yang tetap relevan hingga kini, sekaligus memperkenalkan inovasi kendaraan listrik terbarunya,” kata dia.

Sejak pertama kali digelar 12 tahun silam atau sejak 2013, JVWF menjadi festival yang sukses menarik ribuan pengunjung dari berbagai penjuru Indonesia dan mancanegara.

Penyelenggaraan festival tahun ini bakal diramaikan dengan hadirnya beberapa zona seperti Porsche World yang berupa ruang khusus untuk para penggemar performa tinggi, dan Virtual Racing Zone dimana pengunjung bisa merasakan balapan dengan sensasi digital.

Kolektor miniatur mobil juga bisa menyambangi zona Diecast Universe. Tak lupa kehadiran pentas musik skala nasional, JVWF Music Fest. “Nanti juga ada Scooter Art Space. Kami berkolaborasi dengan komunitas vespa di Jogja memberikan ruang untuk display,” imbuhnya.

Dua hari pertama gelaran JVWF yakni tanggal 10-11 Juli 2025 akan diisi rangkaian talkshow, dan diskusi edukatif berkolaborasi dengan UGM. Adapun acara utama dilaksanakan pada 12-13 Juli 2025 berupa pameran mobil, zona interaktif hingga pentas musik.

Pilihan Editor:
Pameran Jogja Volkswagen Festival 2022 di Prambanan Dipadati Pengunjung